fbpx

Bukan Sekadar “Perusahaan Baru”, Berikut Definisi dan Ciri-Ciri Startup Versi Forbes

Apakah semua startup merupakan perusahaan rintisan? Coba cek dulu: Forbes sebagai majalah ekonomi terdepan dunia punya definisinya sendiri.

Istilah startup makin sering dipakai di masyarakat. Boleh jadi mereka dengan mudah dan fasih memberikan list nama start-up—tapi, tak semua masyarakat paham definisi sebenarnya dari istilah ini.

Rupanya, istilah ini tidak hanya sekadar didefinisikan sebagai ‘perusahaan rintisan’ atau ‘perusahaan yang belum lama beroperasi’, lho. Lantas, seperti apa Forbes mendefinisikan start-up dan apa saja karakteristiknya?

Definisi dan Ciri Khas Startup Versi Forbes

Dalam artikelnya yang dipublikasikan pada April 2021, Forbes mendefinisikan start-up sebagai sebuah perusahaan rintisan yang mengembangkan produk atau jasa yang inovatif. 

Apa yang dimaksud dengan ‘inovatif’ pun turut dijelaskan di artikel tersebut. Makna inovatif di sini berarti bahwa produk/jasa tersebut baru—tidak ada yang menawarkan produk/jasa seperti itu sebelumnya. Lalu, yang paling penting: produk/jasa ini diperlukan oleh khalayak ramai.

Selain itu, disebutkan juga beberapa ciri khas bisnis yang dimiliki start-up, yaitu:

Menjawab kekurangan dari hal yang sudah ada.

Inovasi tak harus selalu dimulai dari nol. Sebab, di sekitar Anda pun masih banyak masalah yang belum terpecahkan, bahkan dari sistem yang sudah lama berlaku di masyarakat.

Ambil Gojek sebagai contoh. Perusahaan start-up ini mampu menjawab beberapa permasalahan sekaligus, misalnya perbedaan harga antara sesama pengojek dan harga ojek yang masih subjektif. 

Selain itu, start-up ini menawarkan jasa pengantaran makanan dan barang yang dulu terbatas hanya pada restoran/rumah makan dan jasa ekspedisi tertentu saja.

Berkembang pesat dan cepat (revolusioner)

Inovasi berkelanjutan merupakan salah satu ciri yang dimiliki perusahaan start-up, menurut Forbes. 

Start-up tak hanya dituntut untuk selalu menelurkan gagasan bisnis baru yang bermanfaat untuk meningkatkan penjualan. Orang-orang dibalik sebuah start-up dituntut untuk bisa mengimplementasikannya dengan cepat dan menciptakan terobosan yang revolusioner.

Selain konsisten dalam mengolah ide-ide brilian untuk keberlanjutan bisnis, ekspansi bisnis pun dilakukan secara besar-besaran guna mencapai lebih banyak konsumen.

Funding/pendanaan yang terbatas pada investor terakreditasi (accredited investor)

Dengan tuntutan untuk selalu berinovasi dan ‘menarik’ konsumen sebanyak mungkin, start-up perlu biaya yang besar.

Oleh karena itu, di awal pembentukan start-up, hanya investor tertentu saja yang bisa mendanai sebuah start-up. Nah, accredited investor inilah yang dianggap mampu dalam membiayai start-up dan mengantisipasi kegagalan bisnis yang mungkin timbul. Nah, kini Anda sudah mengetahui definisi startup yang lebih lengkap versi Forbes berikut karakteristiknya. Jadi, tidak semua perusahaan baru bisa disebut start-up, ya!

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

On Key

Related Posts

Yuk Mengenal Apa Itu Crypto (NFT)

Crypto (NFT) semakin terkenal belakangan ini. Yuk mengenal lebih dalam tentang mata uang digital untuk para kreator visual digital ini. Mata uang Crypto (NFT) terus